Skandal Pungli Rutan KPK: 15 Tersangka Dibekuk, Besaran Uang Mencapai Rp 6,3 Miliar

Foto: KPK Tetapkan15 Tersangka Kasus Pungli Rutan KPK

Skandal Pungli Rutan KPK: Berikut Daftar 15 Tersangka

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Skandal pungutan liar (pungli) yang mengguncang Rutan KPK telah menelan 15 tersangka, mulai dari Kepala Rutan KPK hingga pegawai negeri yang diperbantukan (PNYD) di sana. Sabtu (16/3/2024).

Dalam jumpa pers yang digelar di gedung KPK sore ini, ke-15 tersangka itu dihadirkan dan akan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Bacaan Lainnya

Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur, menyatakan,

“Untuk kebutuhan proses penyidikan tim penyidik menahan para tersangka dimaksud selama 20 hari pertama terhitung tanggal 15 Maret 2024 sampai 3 April 2024 di Rutan Polda Metro Jaya.”

Daftar lengkap 15 tersangka pungli Rutan KPK adalah sebagai berikut:

1. Karutan KPK Cabang KPK, Achmad Fauzi (AF)
2. PNYD petugas cabang Rutan KPK periode 2018-2022, Hengki (HK)
3. PNYD Plt Karutan KPK tahun 2018, Deden Rochendi (DR)
4. PNYD petugas pengamanan, Sopian Hadi (SH)
5. PNYD Plt Karutan KPK tahun 2021, Ristanta (RT)
6. PNYD petugas Rutan KPK, Ari Rahman Hakim (ARH)
7. PNYD petugas Rutan KPK, Agung Nugroho (AN)
8. PNYD petugas Rutan KPK periode 2018-2022, Eri Angga Permana (EAP)
9. Petugas cabang Rutan KPK, Muhammad Ridwan (MR)
10. Petugas cabang Rutan KPK, Suharlan (SH)
11. Petugas cabang Rutan KPK, Ramadhan Ubaidillah A (RUA)
12. Petugas cabang Rutan KPK, Mahdi Aris (MHA)
13. Petugas cabang Rutan KPK, Wardoyo (WD)
14. Petugas cabang Rutan KPK, Muhammad Abduh (MA)
15. Petugas cabang Rutan KPK, Ricky Rachmawanto (RR)

KPK mengungkap bahwa praktik pungli di Rutan KPK ini telah terstruktur sejak tahun 2019. Besaran uang yang berhasil dikumpulkan dari praktik pungli tersebut mencapai angka yang cukup mengagetkan, yaitu sekitar Rp 6,3 miliar.

“Rentang waktu 2019 sampai dengan 2023 besaran jumlah uang yang diterima HK dkk sejumlah sekitar Rp 6,3 miliar dan masih akan dilakukan penelusuran serta pendalaman kembali untuk aliran uang dan penggunaannya,” jelas Asep.

Para tersangka ini dijerat dengan Pasal 12 huruf e UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Mereka akan menjalani penahanan selama 20 hari pertama sejak tanggal 15 Maret 2024.

Skandal ini menunjukkan dampak yang merugikan dalam penegakan hukum dan menggugah kekhawatiran akan integritas institusi yang seharusnya menjadi penjaga keadilan. KPK sebagai lembaga anti-korupsi di Indonesia terus berupaya membersihkan diri dari korupsi yang menggerogoti fondasi kepercayaan masyarakat.

Masyarakat menuntut agar tindakan tegas diambil untuk mengatasi praktik pungli yang merajalela, serta memastikan proses penyelidikan dan penegakan hukum berjalan secara adil dan transparan.

Keberhasilan dalam membersihkan korupsi di institusi penting seperti KPK akan menjadi tonggak penting dalam perjuangan melawan korupsi di Indonesia. (Sumber: detikNews, Editor: KBO-Babel).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *