Penyidik Kejati Babel Ambil Langkah: Dua Unit Mobil Diamankan dari Rumah Cukong Timah

KBO-BABEL.COM – PANGKALPINANG – Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati Babel) tengah menjalankan operasi penyelidikan terkait dugaan kasus perambahan hutan di Kecamatan Belinyu. Dalam serangkaian tindakan penyelidikan itu, tim penyidik Pidsus Kejati Babel melakukan penggeledahan terhadap rumah orang tua seorang cukong timah, Ryan Susanto, di dua lokasi yang berbeda di camatan Belinyu, Kamis (14/3/2024).

Penggeledahan ini dilakukan di rumah orang tua Ryan Susanto serta bengkel alat berat miliknya. Dalam operasi tersebut, dua unit mobil berhasil diamankan oleh tim penyidik, yakni Daihatsu Triton merah dengan nomor polisi BN 8838 QL dan Grand Livina Silver dengan plat nomor B 1466 PRC.

Bacaan Lainnya

Dipimpin oleh Thoriq Mulahela, tim penyidik juga menemukan dua alat berat jenis excavator di bengkel. Namun, kedua alat berat tersebut dalam kondisi rusak sehingga tidak dapat dibawa ke kantor Kejati Babel.

“Dua alat berat di bengkelnya dalam kondisi rusak. Oleh karena itu, yang kami amankan ke kantor Kejati hanya dua unit mobil,” ungkap Thoriq, yang didampingi oleh Kacabjari Belinyu, Noviansyah.

Selain mobil dan alat berat, tim penyidik berhasil menyita satu tas kecil berisi dokumen dari dalam rumah orang tua cukong timah tersebut.

Aksi penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mengumpulkan bukti terkait kasus perambahan hutan yang melibatkan Ryan Susanto.

Ryan, bersama kedua orang tuanya, ditangkap ketika hendak melarikan diri ke Jakarta. Penangkapan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari kasus penambangan ilegal di pantai Bubus, Belinyu, yang telah merugikan negara sebesar Rp 16 miliar.

Mobil Fortuner dengan plat nomor B 2788SJJ dan uang tunai sebesar Rp 24 juta juga telah disita oleh penyidik.

Ryan kini dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 jo pasal 18 undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001.

Selain itu, pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juga diterapkan dalam kasus ini. Kepolisian tengah memusatkan fokusnya pada kerugian negara sebesar Rp 16 miliar yang menjadi titik sentral dari kasus ini.

Dalam proses penggeledahan, tim penyidik berhasil menemukan beberapa barang bukti lainnya, termasuk buku tabungan atas nama Ajaw, sebuah laptop, dan beberapa dokumen penting lainnya.

Meskipun sebagian besar barang bukti berupa dokumen, hal ini akan menjadi bukti yang sangat berharga dalam proses penyidikan lebih lanjut.

Operasi penggeledahan yang dilakukan oleh Kejati Babel ini menunjukkan komitmen pihak berwenang dalam memberantas kejahatan lingkungan dan tindak pidana terkait sumber daya alam di wilayah Bangka Belitung.

Masyarakat berharap agar proses penyidikan dan penegakan hukum terhadap kasus ini dapat berjalan dengan transparan, adil, dan tanpa intervensi dari pihak manapun.

Penyelidikan yang teliti dan komprehensif akan menjadi kunci untuk mengungkap seluruh jaringan kejahatan dan memastikan bahwa pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Penegakan hukum yang tegas dan efektif dalam kasus-kasus seperti ini adalah penting untuk menjaga kelestarian alam dan keadilan sosial bagi masyarakat Bangka Belitung. (KBO Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *