Misteri Lonjakan Saham TINS: Mengungkap Penyebab di Balik Kenaikan Kilat

Foto: PT Timah Tbk (TINS)

Dibalik Lonjakan Harga Saham TINS: Tantangan Izin Penambangan dan Ketidakpastian Ekspor Timah

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Saham PT Timah Tbk (TINS) telah menunjukkan lonjakan yang luar biasa dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Pada sesi perdagangan terakhir, saham TINS meroket 13,70% menjadi Rp 830 per saham, mencatatkan transaksi sebesar Rp 163,30 miliar. Kamis (14/3/2024).

Namun, pertanyaannya adalah, apa yang mendorong lonjakan dramatis ini?

Bacaan Lainnya

Pertama-tama, kita perlu memperhatikan kondisi pasar global untuk komoditas timah. Harga timah kontrak tiga bulan melonjak 1,37% menjadi US$ 27.192 per ton di London Metal Exchange (LME).

Penyebab utamanya adalah tindakan junta Myanmar yang menutup pertambangan timah di negara itu, serta mandeknya ekspor timah dari Indonesia. Ini menciptakan situasi di mana pasokan global menjadi terbatas, memberikan dorongan kuat bagi harga timah.

Namun, situasi di Indonesia sendiri tidak terlalu menguntungkan. Izin penambangan yang tidak jelas dan tertundanya ekspor timah menjadi faktor penting dalam lonjakan harga saham TINS.

Penyebabnya terletak pada ketidakpastian yang berkelanjutan seputar izin penambangan di Indonesia, yang diintensifkan oleh adanya pemilu tahun 2024. Belum lagi fakta bahwa ekspor timah Indonesia mengalami penundaan, yang semakin memperburuk situasi.

Tambahan lagi, PT Timah Tbk juga terjerat dalam kasus dugaan korupsi yang mencuat baru-baru ini. Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita uang tunai sebesar Rp 10 miliar dan $ 2 juta Singapura terkait kasus tersebut.

Kasus dugaan korupsi ini berkaitan dengan tata niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk dari tahun 2015 hingga 2022. Hal ini telah menimbulkan ketidakpastian lebih lanjut di sekitar perusahaan, mempengaruhi persepsi investor terhadap masa depan perusahaan.

Meskipun demikian, lonjakan harga saham TINS yang signifikan mungkin juga didorong oleh optimisme pasar terhadap potensi perusahaan. Meskipun rugi pada periode berjalan hingga September 2023, PT Timah Tbk memiliki sejarah laba yang solid di masa lalu, seperti yang dicatat pada periode yang sama tahun 2022.

Tetapi, investor harus berhati-hati dan mengambil pendekatan yang hati-hati mengingat ketidakpastian yang terus-menerus mengelilingi perusahaan ini. Kasus korupsi yang tengah berlangsung dan masalah izin penambangan yang belum terselesaikan dapat mempengaruhi kinerja dan prospek jangka panjang PT Timah Tbk.

Dalam menghadapi tantangan ini, manajemen perusahaan harus transparan dan proaktif dalam menangani masalah-masalah tersebut. Hanya dengan melakukan itu, PT Timah Tbk dapat membangun kembali kepercayaan investor dan memastikan kelangsungan bisnisnya di masa mendatang. (Sumber: Investor.id, Editor: KBO-Babel).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *