Kementerian Kelautan dan Perikanan Giat Sosialisasikan Pengelolaan Ruang Laut: Langkah Proaktif Menuju Keseimbangan Ekosistem

KKP Sosialisasi Pemanfaatan Ruang Laut di Babel
Foto: KKP Sosialisasi Pemanfaatan Ruang Laut di Babel

Kementerian Kelautan dan Perikanan Mendorong Kesadaran Pengelolaan Ruang Laut di Kepulauan Bangka Belitung

KBO-BABEL.COM (Tanjung Pandan) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat upayanya dalam memastikan pemanfaatan ruang laut di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip keberlanjutan dan perlindungan lingkungan. Sebagai bagian dari inisiatif ini, KKP menggelar sebuah acara sosialisasi yang berlangsung pada tanggal 8 hingga 9 Maret 2024 di Tanjung Pandan. Rabu (13/3/2024).

Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengedukasi pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pengusaha, dan masyarakat umum, mengenai mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang laut yang telah ditetapkan oleh KKP.

Bacaan Lainnya

Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas penerbitan Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Nomor 77 Tahun 2023 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut, serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) No.28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut.

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Direktur Perencanaan Ruang Laut, Suharyanto, setiap perizinan yang diberikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan akan melalui evaluasi yang ketat sesuai mekanisme pengendalian pemanfaatan ruang laut.

Proses ini tidak hanya mencakup aspek administratif perizinan, tetapi juga melibatkan berbagai aspek penting lainnya. Mulai dari identifikasi pengendalian pemanfaatan ruang laut, laporan tahunan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut, hingga penilaian pelaksanaan kesesuaian kegiatan.

Selain itu, ada juga penilaian terhadap rencana tata ruang dan/atau zonasi, pemberian insentif dan disinsentif, pengenaan sanksi, serta penyelesaian sengketa penataan ruang laut.

Hingga saat ini, KKP telah menerbitkan sebanyak 28 dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) di wilayah perairan Pulau Belitung.

Dokumen ini mencakup beragam kegiatan seperti perikanan, pariwisata, kepelabuhanan, konservasi, dan penggelaran kabel bawah laut. Pihak-pihak yang telah memperoleh KKPRL di Provinsi Bangka Belitung diwajibkan untuk memenuhi semua kewajiban yang tercantum dalam dokumen tersebut, termasuk penyampaian laporan secara tertulis setiap tahun kepada Menteri Kelautan dan Perikanan.

Penjabat Bupati Belitung, Yuspian, menekankan kompleksitas ruang laut yang terdiri dari beragam ekosistem, sumber daya, serta berbagai kepentingan dan kewenangan yang harus dikelola dengan baik.

Pembinaan terkait kebijakan kelautan dan perikanan untuk pemangku kepentingan hingga tingkat daerah juga dianggap sangat penting guna memastikan pemahaman yang seragam mengenai pengelolaan ruang laut.

Sementara itu, Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Planologi dan Ruang Laut, Dyah Erowati, secara langsung menyerahkan Persetujuan KKPRL kepada PT Belitung Pantai Intan untuk kegiatan nonberusaha konservasi karang dan jenis kerang kima dilindungi/terancam punah di perairan.

Dyah menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem dalam rencana pengembangan pariwisata berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Kelayang yang dikelola oleh PT Belitung Pantai Intan.

Sosialisasi yang dilakukan KKP diharapkan dapat membuka mata terkait kebijakan pengendalian pemanfaatan ruang laut dan memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan dalam aktivitas di ruang laut.

Dengan demikian, upaya menjaga ekosistem laut yang kaya akan sumber daya dan keanekaragaman hayati dapat terus dilakukan demi kesejahteraan bersama dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Hal ini merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir dan laut Indonesia. (Sumber: Tempo, Editor: KBO-Babel).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *