Vonis Mati untuk Pembunuh Mahasiswa UMY: Kebijakan Hukum yang Disetujui Keluarga Korban

Foto : Abdullah, ayah Redho Tri Agustian (20), menyatakan rasa leganya atas vonis mati yang dijatuhkan oleh majelis hakim.

Vonis Mati Diberikan untuk Pembunuh Redho Tri Agustian, Keluarga Korban: “Cukup Sesuai Keinginan”

KBOBABEL.COM (Yogyakarta) – Pengadilan Negeri Sleman, Yogyakarta, pada Kamis (29/2/2024) menjatuhkan vonis mati terhadap dua terdakwa pembunuhan berencana, Waliyin bin Kodrat dan Ridduan alias Iwan bin Iis Iskandar. Jumat (1/3/2024).

Keduanya dinyatakan bersalah atas pembunuhan Redho Tri Agustian, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) asal Pangkalpinang. Putusan ini memenuhi keinginan keluarga korban, yang sejak awal meminta hukuman seberat-beratnya, bahkan hukuman mati jika diperlukan.

Bacaan Lainnya

Abdullah, ayah Redho Tri Agustian (20), menyatakan rasa leganya atas vonis mati yang dijatuhkan oleh majelis hakim.

“Itu bagus, sesuai hukum yang berlaku. Kelakuan dia cemane (bagaimana),” ujar Abdullah, mengungkapkan rasa lega dan keadilan yang dirasakan oleh keluarga korban.

Sejak awal peradilan, keluarga Redho telah menegaskan bahwa mereka menginginkan keadilan seutuhnya untuk anak mereka yang menjadi korban pembunuhan tersebut.

Mereka menegaskan bahwa pelaku harus dihukum seberat-beratnya, bahkan hingga hukuman mati, karena tindakan yang dilakukan tidak lagi dapat disebut sebagai perbuatan manusiawi.

Pengadilan Negeri Sleman menetapkan bahwa kedua terdakwa, Waliyin dan Ridduan, secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, sebagaimana diatur dalam pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Cahyono dengan anggota Edy Antono dan Hernawan, menegaskan bahwa hukuman yang dijatuhkan sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa 1 Waliyin bin Kodrat almarhum dan Terdakwa 2 Ridduan alias Iwan bin Iis Iskandar oleh karena itu, masing-masing dengan pidana mati,” ucap Hakim Cahyono dalam pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Sleman.

Vonis mati ini menjadi titik akhir dari proses peradilan yang panjang dan melelahkan bagi keluarga Redho Tri Agustian. Meskipun tidak dapat mengembalikan kehilangan yang mereka alami, vonis mati tersebut dianggap sebagai bentuk keadilan yang memenuhi keinginan mereka.

Putusan ini juga diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat bahwa tindakan kekerasan dan kejahatan tidak akan ditoleransi, dan hukuman yang setimpal akan diberikan kepada pelaku.

Selain itu, keputusan ini juga diharapkan dapat memberikan penghiburan bagi keluarga korban serta menjadi upaya pencegahan terhadap tindakan kriminal serupa di masa depan.

Dengan dijatuhkannya vonis mati terhadap Waliyin dan Ridduan, kasus pembunuhan Redho Tri Agustian diharapkan menjadi peringatan bagi semua pihak akan pentingnya menjaga kehidupan dan menghormati hak asasi manusia. (Sumber : Detik News, Editor : KBO Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *