Tragedi Cinta Transaksional: Pemilik Warung Tewas Dibunuh Pacar Sesama Jenis di Karawang

Foto : wahyudin tersangka pembunuhan asma pemilik warung di karawang

Rahasia Terbongkar: Kisah Cinta Transaksional Berujung Kematian di Karawang

KBOBABEL(Karawang) – Sebuah tragedi berdarah mengguncang kawasan Karawang, Jawa Barat, ketika seorang pemilik warung bernama Asma (45) ditemukan tewas di rumahnya pada Kamis, 15 Februari 2024.  Jumat (23/2/2024).

Kematian tragis ini diduga terjadi akibat perkelahian dengan pacar sesama jenisnya, Wahyudin (28), yang kini telah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala Kepolisian Resor Karawang, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, hubungan antara korban dan pelaku telah berlangsung sejak tahun 2019. Namun, hubungan tersebut tidak biasa, karena bersifat transaksional.

Asma membayar Wahyudin sebesar Rp 170 ribu setiap kali mereka melakukan hubungan intim. Namun, hubungan ini terganggu oleh masalah utang.

Pada bulan Desember 2023, Wahyudin diduga meminjam uang sebesar Rp 150 ribu dari Asma dengan memberikan jaminan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Namun, pada bulan Januari 2024, ketika Wahyudin membutuhkan KTP tersebut untuk mengurus bantuan sosial di kantor desa, Asma enggan memberikannya.

Ketegangan mencapai puncak pada tanggal 14 Februari 2024, ketika Asma menuntut Wahyudin untuk melakukan hubungan intim sebagai syarat pengembalian KTP.

Namun, setelah hubungan itu selesai, Asma menolak untuk mengembalikan KTP tersebut. Bahkan, Asma mengejek Wahyudin dan mengajaknya untuk hubungan intim lagi.

Pada pukul 02.00 WIB, Kamis (15/2), situasi memanas ketika Wahyudin menolak permintaan Asma. Pertengkaran pecah, dan sayangnya, berujung pada kematian tragis Asma.

Saat saudara korban mendapati warungnya tertutup dan tidak mendapat jawaban, mereka mendobrak pintu dan menemukan Asma terbaring tak bernyawa di atas kasur.

Kematian Asma mengejutkan banyak pihak di sekitar Karawang. Kasus ini menjadi peringatan keras akan bahayanya transaksi hubungan intim yang terjebak dalam lingkaran utang dan kekerasan.

Polisi telah menangkap Wahyudin dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tragis ini.

Sementara itu, keluarga dan teman-teman korban berduka atas kehilangan yang mendalam.

Mereka berharap agar keadilan akan segera tercapai dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak terjerumus dalam praktik yang tidak sehat dan berbahaya seperti ini. (Sumber : Detik News, Editor : KBO Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *