Skandal Korupsi Timah Terungkap: Direktur PT RBT Jadi Tersangka Utama

Foto : Tim Kejaksaan Agung RI

Rahasia Gelap Komoditas Timah Terbongkar: Direktur PT RBT Masuk Dalam Daftar Tersangka

KBOBABEL.COM (Jakarta) – Kasus dugaan korupsi dalam tata niaga komoditas timah kembali mencuat ke permukaan dengan ditetapkannya dua orang tersangka baru. Kamis (22/2/2024).

Tim penyidik dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) mengungkap bahwa Direktur Utama PT RBT, SP, dan Direktur Pengembangan Usaha PT RBT, RA, telah resmi menjadi tersangka dalam kasus ini.

Bacaan Lainnya

Kasus ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi dalam perjanjian tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk antara tahun 2015 hingga 2022.

Sejak penyelidikan dimulai, tim penyidik telah memeriksa sebanyak 135 orang saksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang cukup, Tim Penyidik telah menaikkan status kedua saksi tersebut menjadi tersangka.

Foto : Tersangka Dalam Perkara Komoditas Timah

Pada tahun 2018, SP dan RA bersama dengan Direktur Utama PT Timah Tbk, MRPT, dan Direktur Keuangan PT Timah Tbk, EE, diduga menginisiasi pertemuan untuk mengakomodir penambangan timah ilegal di wilayah IUP PT Timah Tbk.

Dalam pertemuan tersebut, SP dan RA bersama-sama dengan MRPT dan EE menetapkan harga yang disetujui oleh MRPT serta menentukan pelaksana kegiatan ilegal tersebut.

Selanjutnya, kegiatan ilegal tersebut dibalut dengan perjanjian kerja sama sewa-menyewa peralatan processing peleburan timah dengan dalih untuk memenuhi kebutuhan PT Timah Tbk.

Kegiatan ilegal ini dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan mitra yang ditunjuk oleh keempat tersangka, yaitu PT SIP, CV VIP, PT SBS, dan PT TIN.

Foto : Tersangka Dalam Perkara Komoditas Timah

Pelaksana kegiatan ilegal tersebut dilakukan oleh perusahaan boneka, seperti CV BJA, CV RTP, CV BLA, CV BSP, CV SJP, CV BPR, dan CV SMS, yang seolah-olah dicover dengan Surat Perintah Kerja pekerjaan borongan pengangkutan Sisa Hasil Pengolahan (SHP) mineral timah.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Untuk kepentingan penyidikan, kedua tersangka ditahan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 21 Februari 2024 hingga 11 Maret 2024.

Kasus ini terus menjadi sorotan publik karena melibatkan perusahaan besar dan diduga merugikan negara dalam pengelolaan komoditas timah.

(Sumber : Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI / Dr.Ketut Sumedana, Andrie Wahyu Setiawan, S.H., S.Sos., M.H. / Kasubid Kehumasan, Editor : KBO Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *