Penyidik Kejati Kepri Tahan Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU di BPR Bestari Tanjungpinang

Foto : Tersangka AF selaku Pejabat Eksekutif (PE) Operasional BPR Bestari Tanjungpinang

Tersangka Korupsi BPR Bestari Ditahan, Kerugian Negara Capai Rp. 6 Miliar

KBOBABEL.COM (Tanjungpinang) – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) telah melakukan penahanan terhadap satu orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU (Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang) di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bestari, Tanjungpinang.

Tersangka, AF, yang merupakan Pejabat Eksekutif (PE) Operasional BPR Bestari Tanjungpinang, ditahan setelah menjalani pemeriksaan pada hari Rabu (21/02/2024). Kamis (22/2/2024)

Bacaan Lainnya

Kasi Penkum Kejati Kepri, Denny Anteng Prakoso, SH., MH., menjelaskan bahwa penahanan terhadap AF merupakan tindak lanjut dari proses penyidikan yang sedang berjalan.

Penahanan dilakukan untuk mempercepat proses penyidikan dalam penanganan perkara tersebut. Tersangka AF ditahan selama 20 hari ke depan.

Dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Tersangka AF melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Foto: Penahanan terhadap tersangka (AF) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bestari Tanjungpinang.

Sedangkan untuk dugaan TPPU, Tersangka AF diduga melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Sebelum dilakukan penahanan, Tim Penyidik Kejati Kepri telah menetapkan AF sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka (Tipikor) Nomor PRINT-943/L.10/Fd.1/11/2023 tanggal 08 November 2023 dan Surat Penetapan Tersangka (TPPU) Nomor PRINT-943/L.10/Fd.1/11/2023 tanggal 08 November 2023.

Kronologi perkara tersebut dimulai dengan PD BPR Bestari Tanjungpinang, salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota Tanjungpinang.

PD BPR Bestari resmi beroperasi pada tanggal 24 Maret 2008, dengan izin usaha dari Bank Indonesia.

Tersangka AF, sebagai Pejabat Eksekutif (PE) Operasional BPR Bestari, diduga melakukan penarikan tabungan nasabah, pencairan deposito nasabah, dan penarikan uang kas pada rekening giro BPR Bestari tanpa melalui prosedur yang berlaku.

Denny juga menjelaskan bahwa berdasarkan fakta hukum yang diperoleh, terjadi perbuatan melawan hukum dalam transaksi yang dilakukan oleh Tersangka AF.

Tersangka diduga melakukan penggelapan kas giro perusahaan di Bank BRI, pencairan deposito fiktif, dan penarikan dana tabungan nasabah fiktif.

Kerugian keuangan negara akibat perbuatan tersebut diperkirakan mencapai Rp. 6 miliar.

Tim Penyidik Kejati Kepri terus mendalami perkara ini untuk mengusut hingga tuntas.

Denny mengharapkan agar masyarakat tetap mengawasi perkembangan perkara ini dan mendukung upaya pemberantasan korupsi di Kepulauan Riau. (Sumber : Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Kepri / Denny Anteng Prakoso, SH., MH., Editor : KBO Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *