Operasi Penyidikan Korupsi Tata Niaga Timah: 13 Tersangka Ditahan, Siapa Lagi yang Terlibat?

Foto : Tersangka Dalam Perkara Komoditas Timah

Skandal Korupsi Timah: 13 Tersangka Ditetapkan, 135 Saksi diperiksa dan Kerugian Ekologis Capai Rp 271 Triliun

KBO-BABEL.COM (Jakarta) – Operasi penyidikan kasus korupsi tata niaga timah yang dilakukan oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah memasuki babak baru. Sebanyak 135 orang telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini sejak Oktober 2023, dengan 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Kamis (22/2/2024).

Pemeriksaan saksi dilakukan di sejumlah tempat di Bangka Belitung dan beberapa kota di Indonesia. Kapuspenkum Kejagung RI, Ketut Sumedana, mengkonfirmasi bahwa tim penyidik telah memeriksa total 135 orang saksi.

Bacaan Lainnya

Kasus ini telah menghebohkan publik sejak Oktober 2023 lalu, ketika penyidik Kejaksaan Agung mulai melakukan penggeledahan di sejumlah rumah dan perusahaan pertambangan timah di Bangka Belitung.

Pada Rabu (21/2/2024), penyidik menetapkan dua bos smelter PT Refined Bangka Tin, yakni Suparta dan Reza Andriansyah sebagai tersangka dalam kasus korupsi ini. Dengan demikian, total 13 orang saat ini telah ditahan oleh penyidik dari Jampidsus.

Foto : Tersangka Dalam Perkara Komoditas Timah

Mereka yang telah ditahan antara lain :

  1. Thamron Tamsil alias Aon, pengusaha pemilik CV Venus Intri Perkasa yang juga pengusaha tambang di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
  2. Achmad Albani, manager operasional tambang CV Venus Intri Perkasa
  3. Kwang Yung alias Buyung, Komisaris CV Venus Inti Perkasa
  4. Toni Tamsil adik Thamron alias Aon
  5. Hasan Tjhie alias ASN/Asin selaku Direktur Utama CV VIP (perusahaan milik Tersangka TN alias AN)
  6. Suwito Gunawan alias Awi selaku Pengusaha Tambang di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
  7. Gunawan alias MBG selaku pimpinan di Stanindo Inti Perkasa, Pengusaha Tambang di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
  8. Mochtar Riza Pahlevi Tabrani alias Riza selaku Direktur Utama PT Timah Tbk tahun 2016 s/d 2021
  9. Emil Ermindra alias EML/Emil selaku Direktur Keuangan PT Timah Tbk tahun 2017 s/d 2018
  10. Robert Indarto (RI), Direktur Utama PT Sariwiguna Bina Sentosa (SBS)
  11. Rosalina, GM Tinindo Inter Nusa
  12. Suparta, Direktur Utama PT Refined Bangka Tin
  13. Reza Andriansyah, Direktur PT Refined Bangka Tin
Foto : Tamron alias A On

 

Dalam kasus Suparta dan Reza Ardiansyah, penyidik mengungkap bahwa keduanya sebagai direksi PT RBT menginisiasi pertemuan dengan Tersangka MRPT alias RZ selaku Direktur Utama PT Timah Tbk dan Tersangka EE selaku Direktur Keuangan PT Timah Tbk untuk mengakomodir penambangan timah ilegal di wilayah IUP PT Timah Tbk.

Dalam pertemuan tersebut, tersangka SP dan tersangka RA menentukan harga untuk disetujui Tersangka MRPT, serta menentukan siapa saja yang dapat melaksanakan pekerjaan tersebut.

Kegiatan ilegal tersebut disetujui dan dibalut oleh Tersangka MRPT dan Tersangka EE dengan perjanjian seolah-olah ada kerja sama sewa-menyewa peralatan processing peleburan timah dengan dalih untuk memenuhi kebutuhan PT Timah Tbk.

Selanjutnya, tersangka SP dan tersangka RA bersama-sama dengan Tersangka MRPT dan Tersangka EE menunjuk perusahaan-perusahaan tertentu sebagai mitra untuk melaksanakan kegiatan tersebut, yaitu PT SIP, CV VIP, PT SBS, dan PT TIN.

Foto : Toni Tamsil adik Bos A On

 

Pelaksana kegiatan ilegal tersebut selanjutnya dilaksanakan oleh perusahaan boneka yaitu CV BJA, CV RTP, CV BLA, CV BSP, CV SJP, CV BPR, dan CV SMS yang seolah-olah dicover dengan Surat Perintah Kerja pekerjaan borongan pengangkutan Sisa Hasil Pengolahan (SHP) mineral timah.

Pasal yang disangkakan kepada kedua tersangka adalah Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo.

Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Untuk kepentingan penyidikan, Tersangka SP dan Tersangka RA dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 21 Februari 2024 sampai 11 Maret 2024.

Foto : Eks Dirut PT Timah TBk Riza Pahlevi

Tim Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) juga menetapkan 1 orang tersangka dugaan korupsi tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022.

Hingga kini, tim penyidik telah mengantongi keterangan 135 orang saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan dikaitkan dengan alat bukti yang cukup, hari ini tim penyidik telah menaikkan status General Manager PT TIN dari saksi menjadi tersangka.

Penambahan tersebut membuat total tersangka dalam perkara ini berjumlah 11 orang. Tersangka RL dalam perkara ini turut menandatangani kontrak kerja sama yang dibuat oleh tersangka MRPT dan tersangka EE guna mengakomodir pengumpulan bijih timah ilegal dari IUP PT Timah Tbk.

RL diduga membentuk perusahaan boneka seperti CV SJP, CV BPR, dan CV SMS yang seluruhnya di bawah kendali tersangka RL. Berdasarkan keterangan ahli lingkungan sekaligus akademisi di Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Bambang Hero Saharjo, nilai kerugian ekologis atau kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dalam perkara ini mencapai Rp 271 triliun.

Foto : Buyung alias Kwang Yung

Untuk kepentingan penyidikan, tersangka RL dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Pondok Bambu selama 20 hari ke depan terhitung mulai 19 Februari 2024 sampai 9 Maret 2024.

Pasal yang disangkakan kepada tersangka RL adalah Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU 20 Tahun 2001 jo UU 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas UU 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Hal ini menunjukkan bahwa operasi penyidikan korupsi tata niaga timah masih berlanjut, dan pihak kejaksaan terus bekerja keras untuk mengungkap kebenaran dan mengadili mereka yang terlibat dalam kasus ini. (KBO Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *