Oknum Polair Polda Babel Berpakaian Preman Diduga Terlibat dalam Aktivitas Tambang Ilegal di Perairan Batu Hitam

Foto : Ponton-Ponton Tambang Ilegal di Perairan Batu Hitam

Diduga 2 Oknum Polair Polda Babel, Pakaian Preman, Jadi Pengawal Tambang Ilegal di Batu Hitam

KBOBABEL.COM (Belinyu) – Dua oknum anggota Kepolisian Air (Polair) yang berpakaian seperti preman diduga terlibat dalam aktivitas tambang timah ilegal di perairan Batu Hitam, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Kamis (22/2/2024).

Mereka diduga mendampingi koordinator tambang ilegal, DD, dalam operasi tambang yang menggunakan sistem cantingan dan kapal boat.

Bacaan Lainnya

Informasi ini diungkapkan oleh sumber tertutup kepada media pada Rabu petang. Menurut sumber, DD merupakan salah satu dari beberapa koordinator tambang ilegal di lokasi tersebut, termasuk KS dan A.

Diperkirakan jumlah ponton yang digunakan untuk tambang ilegal tersebut mencapai 100 hingga 200 ponton.

Warga sekitar, terutama nelayan, merasa resah dengan keberadaan aktivitas tambang ilegal ini. Mereka menyayangkan perlakuan hukum yang dianggap lebih menguntungkan para penambang ilegal daripada rakyat kecil seperti mereka yang berprofesi sebagai nelayan.

Kesimpang-siuran terjadi karena lokasi tambang di perairan Batu Hitam sebelumnya telah dinyatakan ilegal oleh tim Gabungan pada tanggal 30 Desember 2023.

Tim tersebut terdiri dari personil Polsek Belinyu, Satpolair Polres Bangka, Ditpolairud Polda Babel, dan Posmat TNI AL Belinyu.

Namun, keberadaan DD yang mengatur aktivitas tambang ilegal ini membuat operasi penertiban tidak berlangsung efektif, dan aktivitas tambang ilegal kembali beroperasi.

Para nelayan merasa heran dan kecewa dengan keadaan ini. Mereka mempertanyakan keberadaan hukum yang seharusnya melindungi mereka dari aktivitas ilegal seperti ini.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media-red masih berusaha mengonfirmasi dengan Direktur Kepolisian Air dan Udara (Dir Polairud) Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Bangka Belitung (Babel) terkait masalah ini.

Dengan adanya oknum Polair yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal ini, diperlukan tindakan tegas dari pihak berwenang untuk menghentikan praktik ilegal tersebut dan mengembalikan ketertiban di perairan Batu Hitam.

Penegakan hukum yang adil dan tegas perlu dilakukan agar masyarakat dapat merasa aman dan terlindungi dari aktivitas ilegal yang merugikan ini.

(Penulis: Romi, Editor: Adinda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *