LPDS Meluncurkan Buku Pedoman Uji Kompetensi Wartawan, Dewan Pers Sambut Baik

Ninik Rahayu: Pentingnya Profesionalisme Wartawan dan Perusahaan Pers dalam Era Digital

KBOBABEL.COM (Jakarta) – Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) baru-baru ini meluncurkan buku pedoman uji kompetensi wartawan revisi kelima. Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, menyambut baik langkah LPDS ini dan menegaskan bahwa Dewan Pers bertanggung jawab untuk menjaga agar seluruh lembaga uji memiliki standar tentang uji kompetensi wartawan yang sama. Jumat (16/2/2024).

Dalam sambutannya di gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Ninik Rahayu menyampaikan,

Bacaan Lainnya

“Dewan Pers memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar seluruh lembaga uji memiliki standar minimal sehingga tidak ada lagi perbedaan pemahaman yang substansial maupun prosedural tentang uji kompetensi wartawan.”

Menurut Ninik, bukan hanya wartawan yang harus memiliki kompetensi, tetapi perusahaan pers juga harus bekerja secara profesional.

“Kita tidak lagi menggunakan berita abal-abal, media abal-abal. Kita menggunakan diksi profesional. Kenapa profesional? Karena itu yang diminta UU Nomor 40 Tahun 1999. Menjaga pers kita agar bisa independen. Pers yang profesional dalam menjalankan tugas pemberitaannya. Tidak clickbait, tidak cover both side,” jelasnya, Kamis (15/2/2024).

Ninik juga menyoroti soal fenomena ‘clickbait’ yang akhir-akhir ini banyak digunakan oleh media mainstream untuk menarik minat pembaca. Menurutnya, kebebasan pers harus diimbangi dengan profesionalisme wartawan dan perusahaan pers.

“Tapi terkait pers penting punya kepentingan untuk membuat pagar. Dan pagarnya itu adalah profesionalisme wartawan dan profesionalisme perusahaan pers. Dan kalau tidak dijaga, tidak dipagari, semua atas nama kebebasan, lalu seenak sendiri memberikan informasi, namanya clickbait,” ungkapnya.

Dalam konteks investasi, Ninik mengkhawatirkan bahwa perusahaan pers lebih cenderung menginvestasikan uangnya kepada mesin daripada sumber daya manusia.

Baginya, penguatan sumber daya manusia adalah yang utama.

“Tantangan ke depan memang semakin tidak mudah, selain tantangan internal dari pers sendiri, dari sisi ekonomi maupun dari SDM yang investasinya akhir-akhir ini lebih kepada infrastruktur mesin,” ujarnya.

Dewan Pers juga tengah merumuskan kode etik jurnalistik terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

“Kita sudah mengobrol untuk memformulasikan kode etik jurnalistik terkait artificial intelligence dan berbagai hal yang kita tahu karena urusan siber ini tidak mudah,” tutupnya.

Langkah LPDS dalam meluncurkan buku pedoman uji kompetensi wartawan ini disambut baik oleh Dewan Pers, yang berkomitmen untuk menjaga agar seluruh lembaga uji memiliki standar yang sama terkait uji kompetensi wartawan.

Sementara itu, isu profesionalisme wartawan dan perusahaan pers, serta investasi pada sumber daya manusia menjadi fokus penting dalam upaya menjaga kualitas dan independensi pers di Indonesia. (Sumber : detikNews, Editor : KBO Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *