Drama di Mapolres Bangka: Penangkapan ‘Mafia Tambang’ Disusul Serbuan Massa ke Kepolisian

Foto : Mapolres Bangka

Kronik Konflik Penangkapan ‘Mafia Tambang’ dan Teriakan Massa di Mapolres Bangka

KBO-BABEL.COM  (Bangka) – Kabar gempar mengguncang Kabupaten Bangka, ketika dua oknum yang diduga sebagai bagian dari jaringan ‘Mafia Tambang’ akhirnya ditangkap oleh petugas Polres Bangka. Namun, kehebohan tidak berhenti di situ. Mapolres Bangka sendiri menjadi sorotan setelah dilaporkan ‘digeruduk’ oleh sekelompok massa yang diduga terkait dengan kedua tersangka. Senin (12/2/2024).

Kejadian pertama terjadi saat seorang oknum warga yang dikenal sebagai Ks (53), seorang tokoh masyarakat warga dusun Mengkubung, ditangkap di wilayah Kecamatan Belinyu. Ks diduga menjadi koordinator dari aktivitas penambangan ilegal di wilayah perairan Belinyu.

Bacaan Lainnya

Setelah berhasil diringkus, Ks langsung dibawa ke Mapolres Bangka untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun, malam harinya, kejadian tak terduga terjadi saat sekelompok orang, diduga berasal dari institusi aparat, mendatangi Mapolres Bangka dengan tujuan yang tidak jelas. Mereka meminta agar Ks dilepaskan setelah penangkapan.

“Malam itu mereka (sekelompok orang – red) datang ke kantor Mapolres Bangka menggunakan kendaraan roda empat. Kedatangan sekelompok massa yang tak dikenal malam itu infonya minta Ks dikeluarkan atau dilepas pasca penangkapan,” sebut sumber ini kepada tim investigasi KBO Babel, Minggu (11/2/2024) siang.

Tak cuma itu menurut sumber, sekelompok orang yang tak dikenal malam itu sempat memaksa masuk ke dalam halaman Mapolres Bangka namun sempat dicegah oleh petugas piket bagian SPK yang kebetulan sedang berjaga.

Foto : Mapolres Bangka

“Awalnya sempat mereka memaksa agar bisa masuk ke dalam kantor Mapolres Bangka namun tertahan oleh petugas piket yang jaga malam itu,” terang sumber.

Meskipun berusaha masuk ke dalam halaman Mapolres Bangka, mereka dicegah oleh petugas piket yang sedang berjaga.

Pimpinan tertinggi Polres Bangka pun mengetahui insiden ini, dan akhirnya, Ks diduga dilepaskan malam itu juga.

Kejadian malam itu sempat diketahui pula oleh pimpinan tertinggi Polres Bangka dan akhirnya Ks pun malam itu diduga langsung dilepaskan usai sebelumnya diamankan di Mapolres Bangka buntut kasus penambangan ilegal di Perairan Belinyu.

Namun, kejadian serupa terulang pada waktu berikutnya, Rabu (7/2/2024) malam. Kali ini, terkait dengan penangkapan seorang kolektor timah bernama An dari warga desa Pesaren Belinyu.

An juga digiring ke Mapolres Bangka untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, malam harinya, sekelompok massa yang tak dikenal mendatangi Mapolres Bangka dengan maksud mengambil paksa An yang masih diamankan di sana.

 

Situasi semakin tegang ketika massa tersebut memaksa agar An dilepaskan. Polres Bangka diduga terpaksa melepaskan An karena tekanan yang mereka terima.

 

Meskipun informasi ini mencuat, beberapa sumber yang enggan disebutkan identitasnya menegaskan bahwa kejadian tersebut bukanlah ‘kaleng-kaleng’ dan bahwa keamanan mereka menjadi pertimbangan utama untuk tidak membocorkan identitas.

Pengungkapan kasus ini membuka pandangan tentang masalah serius penambangan ilegal yang telah merusak lingkungan di wilayah perairan Belinyu dan sekitarnya.

Dua penangkapan tersebut menunjukkan bahwa mafia tambang telah beroperasi dengan bebas, bahkan melibatkan tokoh masyarakat dan kolektor timah.

Namun, ‘serbuan’ massa terhadap Mapolres Bangka menunjukkan bahwa permasalahan ini tidak hanya berkaitan dengan aktivitas kriminal, tetapi juga melibatkan potensi konflik sosial dan penegakan hukum yang rapuh.

Pihak berwenang harus bertindak tegas untuk mengatasi masalah ini. Langkah-langkah penegakan hukum yang lebih ketat perlu diterapkan untuk memberantas praktik penambangan ilegal dan memastikan keamanan serta kesejahteraan masyarakat Bangka.

Selain itu, kerjasama antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat setempat juga diperlukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Dengan demikian, kehebohan ini tidak hanya mengungkapkan keberhasilan penegakan hukum dalam menghadapi kejahatan lingkungan, tetapi juga menjadi panggilan bagi semua pihak untuk bersatu dalam melindungi sumber daya alam dan kepentingan masyarakat.

Guncangan mafia tambang ini harus menjadi momentum untuk memperkuat penegakan hukum dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan bagi kesejahteraan generasi mendatang.

Sejauh ini jejaring media KBO Babel masih berupaya mengkonfirmasi kepada Kapolres Bangka, terkait adanya sekelompok massa yang mendatangi Mapolres Bangka yang meminta pembebasan oknum warga berinisial KS dan AN. (KBO Babel/Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *