Kekuasaan Gelap di Lapas Narkoba Selindung: Penyuapan dan Pelanggaran Aturan, MasPur Jadi Sorotan

Foto :Purnama alias MasPur napi penguasa lapas Narkotika Selindung

KBO-BABEL.COM (Pangkal Pinang) – Bangka Belitung  tiba-tiba diwarnai dengan kabar miring yang mencengangkan. Pasalnya seorang narapidana narkoba yang dikenal dengan nama Purnama yang dikenal panggilan “MasPur”,  diduga menjadi penguasa di Lapas Narkotika Selindung, Kepulauan Bangka Belitung. Kasus ini menjadi sorotan karena adanya dugaan keterlibatan Mas Pur dalam memperlancar bisnis narkoba di dalam sel tahanan.

Kabar tersebut pertama kali mencuat setelah laporan dari pihak internal lapas. Terlihat jelas bahwa MasPur dapat menggunakan alat komunikasi ponsel di dalam sel, yang seharusnya dilarang berdasarkan peraturan lapas narkotika. Para penjaga atau sipir lapas diduga tidak hanya bungkam tapi juga menutup mata terhadap tindakan ini, memberikan MasPur kekuasaan untuk mengendalikan sejumlah hal di dalam lapas.

Bacaan Lainnya

Selain itu, MasPur juga diduga terlibat dalam beberapa tindakan kekerasan terhadap sesama narapidana, seperti penganiayaan terhadap pablo escobar Bangka yang terlibat dalam hutang narkoba. Meskipun telah ada laporan keluarga terkait kasus ini, hingga kini belum terlihat tindak lanjut yang tegas dari pihak berwenang.

Kasus serius lainnya adalah keterlibatan MasPur dalam transaksi narkoba. Dugaan penangkapan sebanyak 4 kg jenis sabu di Belinyu pada tahun 2022 membuat pihak berwenang di lapas narkotika Selindung khawatir. Meski terdapat bukti kuat terhadap keterlibatan MasPur, hingga saat ini belum ada tindakan tegas yang diambil terhadapnya.

Lebih lanjut, diperkirakan bahwa MasPur menyuap oknum restik, menciptakan gambaran seolah-olah dia adalah penguasa di lapas narkotika tersebut. Pihak lapas tampaknya terbukti tutup mata dan tidak berani bertindak tegas terhadap perilaku MasPur, yang semakin memperkeruh kondisi di dalam sel tahanan.

Tim jejaring media terus mengkonfirmasi kepada pihak terkait, terutama kepala kanwil, kalapas, kadivas, dan aparat penegak hukum. Langkah ini diambil agar praktik kotor di dalam lapas narkotika dapat segera diungkap dan tahanan bernama Purnama (MasPur) dapat dipindahkan dari lapas yang terletak di Selindung, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Diharapkan tindakan tegas dan penegakan hukum dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia. (Sumber : Majalah Global, Editor : KBO Babel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *