Dinamika Peta Elektabilitas Capres-Cawapres 2024: Tiga Pasangan Utama Bersaing Ketat Menjelang Pilpres

Pilpres 2024 menjadi sorotan tajam seiring dengan perkembangan elektabilitas tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung.

KBO – BABEL.COM ( Jakarta ) – Pilpres 2024 menjadi sorotan tajam seiring dengan perkembangan elektabilitas tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung. Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (02), Ganjar Pranowo-Mahfud MD (03), dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (01) menunjukkan ketajaman persaingan di berbagai survei terbaru yang dilakukan oleh sejumlah lembaga riset ternama. Jumat (17/11/2023)

Poltracking: Perubahan Dinamis dan Jarak Elektabilitas

Bacaan Lainnya

Menurut survei Poltracking, pasangan Prabowo-Gibran berada di puncak dengan elektabilitas sebesar 40,2 persen. Diikuti oleh Ganjar-Mahfud dengan 30,1 persen, dan Anies-Cak Imin dengan 24,4 p…
Dinamika Peta Elektabilitas Capres-Cawapres 2024: Tiga Pasangan Utama Bersaing Ketat Menjelang Pilpres

Jakarta, – Pilpres 2024 menjadi sorotan tajam seiring dengan perkembangan elektabilitas tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung. Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (02), Ganjar Pranowo-Mahfud MD (03), dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (01) menunjukkan ketajaman persaingan di berbagai survei terbaru yang dilakukan oleh sejumlah lembaga riset ternama. Jumat (17/11/2023)

Poltracking: Perubahan Dinamis dan Jarak Elektabilitas

Menurut survei Poltracking, pasangan Prabowo-Gibran berada di puncak dengan elektabilitas sebesar 40,2 persen. Diikuti oleh Ganjar-Mahfud dengan 30,1 persen, dan Anies-Cak Imin dengan 24,4 persen. Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda, mengungkapkan bahwa jarak antara Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud semakin menjauh. Meskipun, Anies-Cak Imin semakin mendekati elektabilitas Ganjar-Mahfud.

Pada survei ini, Hanta Yuda juga menyoroti perubahan elektabilitas dari September hingga November 2023. Prabowo-Gibran mengalami kenaikan sebesar 9,5 persen, Ganjar-Mahfud mengalami penurunan tipis sekitar 1,5 persen, sementara Anies-Cak Imin mengalami kenaikan signifikan sebesar 6,0 persen.

Political Weather Station (PWS): Prabowo-Gibran Tetap Unggul

Survei Political Weather Station (PWS) menunjukkan pasangan Prabowo-Gibran masih memimpin dengan elektabilitas 39,7 persen, disusul oleh Ganjar-Mahfud dengan 34,8 persen, dan Anies-Cak Imin dengan 22,4 persen. PWS menegaskan bahwa Prabowo-Gibran tetap di puncak elektabilitas tanpa terpengaruh oleh perkembangan elektabilitas pasangan lainnya.

Sharazani, peneliti senior PWS, menjelaskan bahwa hasil survei dilakukan pada 1-8 November 2023 melibatkan 1.220 responden dari 34 provinsi di Indonesia. Prabowo-Gibran dinilai masih belum tergoyahkan oleh elektabilitas Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin.

Populi Center: Prabowo-Gibran Mendominasi dengan Jelas

Survei Populi Center menunjukkan keunggulan yang jelas bagi pasangan Prabowo-Gibran dengan elektabilitas 43,1 persen. Ganjar-Mahfud berada di posisi kedua dengan 23 persen, sedangkan Anies-Muhaimin hanya mencapai 22,3 persen. Hartanto Rosojati, Manager Public Opinion Populi Center, menyampaikan bahwa sebagian besar responden sudah mantap dengan pilihan mereka.

Survei Populi Center melibatkan 1.200 responden dan dilakukan pada 29 Oktober hingga 5 November 2023. Hasilnya memperlihatkan Prabowo-Gibran memiliki keunggulan yang signifikan dalam persepsi masyarakat.

Charta Politika: Prabowo-Gibran Unggul dalam Head to Head

Charta Politika, pada riset yang berlangsung pada 26-31 Oktober 2023, menunjukkan elektabilitas Anies-Muhaimin sebesar 24,3 persen, Ganjar-Mahfud 36,8 persen, dan Prabowo-Gibran 34,7 persen. Meskipun Anies-Muhaimin memiliki kenaikan sebesar 6,0 persen, Prabowo-Gibran tetap unggul dalam simulasi head to head.

Dalam simulasi head to head, Prabowo-Gibran meraih elektabilitas sebesar 50,3 persen melawan Anies-Muhaimin yang hanya mencapai 29 persen. Sementara melawan Ganjar-Mahfud, Prabowo-Gibran meraih elektabilitas 43,5 persen sementara Ganjar-Mahfud 40,6 persen. Meskipun dalam konteks elektabilitas umum, Ganjar-Mahfud masih unggul di Jawa.

Indikator Politik Indonesia: Prabowo Paling Tinggi dalam Top of Mind

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan Prabowo Subianto memiliki elektabilitas paling tinggi dalam top of mind pemilihan presiden. Sebanyak 33,2 persen responden memilih Prabowo, diikuti oleh Ganjar Pranowo dengan 22,1 persen, dan Anies Baswedan dengan 19,9 persen.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa survei ini dilakukan pada 27 Oktober hingga 1 November 2023. Posisi Prabowo sebagai capres teratas dalam topof mind menunjukkan posisinya yang kuat di benak pemilih.

Lembaga Pemilihan Indonesia (LPI): Ganjar-Mahfud Unggul Menjelang Putusan MKMK

Survei Lembaga Pemilihan Indonesia (LPI) menunjukkan elektabilitas Ganjar-Mahfud sebesar 38,75 persen, Prabowo-Gibran 34,25 persen, dan Anies-Muhaimin 24,00 persen. Survei ini dilaksanakan setelah putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) pada 7 November 2023.

Dari hasil survei LPI, Ganjar-Mahfud mengalami kenaikan elektabilitas, sementara Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin tetap berada pada posisi masing-masing. Meskipun demikian, dengan elektabilitas tertinggi, Ganjar-Mahfud menunjukkan keunggulan di antara pasangan lainnya.

Perbandingan Hasil Survei: Keseluruhan Dukungan dan Dinamika Perubahan

Melihat hasil survei dari berbagai lembaga riset, Prabowo-Gibran tetap menjadi pasangan yang mendominasi elektabilitas di berbagai segmen masyarakat. Meskipun terjadi perubahan elektabilitas dari waktu ke waktu, pasangan ini menunjukkan stabilitas dan keunggulan yang signifikan.

Ganjar-Mahfud, meskipun mengalami kenaikan elektabilitas pada beberapa survei, masih berada di posisi kedua. Anies-Muhaimin juga menunjukkan peningkatan, tetapi masih terkendala oleh elektabilitas Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud.

Perkembangan politik dalam tiga bulan menjelang Pilpres 2024 sangat dinamis. Perubahan elektabilitas, respons terhadap isu-isu politik, dan strategi kampanye akan memainkan peran penting dalam menentukan hasil akhir. Sejumlah faktor seperti kepemimpinan, program, dan citra calon juga akan mempengaruhi dinamika pemilihan presiden yang akan datang. Sebagai pemilih, memahami dan mengikuti perubahan ini akan menjadi kunci untuk membuat keputusan yang cerdas saat pencoblosan nanti. (Sumber : Kompas/Detik/CNN, Editor : KBO Babel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *